ID, Kupang – Komunitas line dance di Kota Kupang didorong untuk tidak hanya berkembang sebagai sarana olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi sekaligus ruang untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Pembina Line Dance ULD Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Line Dance Gathering pada 3 Juli 2026. Isidorus, yang juga menjabat sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, mengapresiasi langkah pengurus komunitas yang mulai melakukan konsolidasi dan menyusun agenda kegiatan setelah dikukuhkan pada bulan sebelumnya.
Menurut Isidorus, salah satu kegiatan awal yang diselenggarakan setelah pengukuhan adalah gathering komunitas line dance Kota Kupang ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah untuk memperluas keterlibatan komunitas dalam aktivitas publik sekaligus membangun eksistensi line dance di daerah Kota Kupang.
Ia berharap komunitas tersebut mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam berbagai agenda pemerintah, termasuk kegiatan Car Free Night, sehingga dapat ikut memeriahkan suasana kota.
“Ada 17 komunitas yang nantinya akan dibagi secara bergiliran untuk mengisi kegiatan Car Free Night di Kota Kupang,” kata Isidorus.
Menurut dia, keterlibatan komunitas dalam kegiatan publik diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi agenda rutin yang memberikan ruang bagi para anggota untuk berinteraksi, berkreasi, dan berkontribusi bagi kehidupan masyarakat.
Persiapan Menuju Turnamen Nasional
Selain memperluas partisipasi dalam kegiatan masyarakat, Isidorus menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar line dance di Kota Kupang dapat berkembang sebagai olahraga prestasi.
Ia mengatakan, rencana penyelenggaraan turnamen line dance tingkat nasional pada 2027 di luar Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu alasan perlunya persiapan sejak dini.
Menurut Isidorus, para atlet perlu dibekali kemampuan dan pelatihan yang memadai agar mampu bersaing ketika mengikuti kompetisi tersebut serta berpeluang mengharumkan nama Kota Kupang dan NTT.
Upaya pembinaan, lanjutnya, telah mulai dilakukan melalui kegiatan coaching clinic yang digelar bersamaan dengan rangkaian pengukuhan pengurus pada bulan sebelumnya.
Dalam kegiatan itu, pengurus line dance tingkat pusat didatangkan untuk memberikan pelatihan kepada calon instruktur di Kota Kupang. Setelah mengikuti pelatihan, para instruktur diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada anggota komunitas masing-masing.
Dengan pola tersebut, pembinaan tidak hanya terpusat pada satu kelompok, tetapi dapat menjangkau berbagai komunitas yang telah terbentuk secara mandiri.
Isidorus juga menjelaskan bahwa persiapan atlet perlu mempertimbangkan kategori usia yang digunakan dalam kompetisi. Kelompok usia pelajar tingkat SMP dan SMA hingga kategori dewasa menjadi bagian yang perlu dipersiapkan sesuai ketentuan turnamen.
Karena itu, pembinaan secara rutin dinilai penting untuk membangun kemampuan atlet sekaligus memastikan kesiapan mereka menghadapi kompetisi mendatang.
Membangun Solidaritas dalam Keberagaman
Di luar aspek olahraga, Isidorus memandang komunitas line dance memiliki peran sosial dalam mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia mengatakan, kegiatan bersama dapat menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.
Menurut Isidorus, komunitas tersebut mempertemukan orang-orang dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial dalam satu aktivitas yang sama.
“Namun, melalui komunitas ini, orang-orang dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang dapat berkumpul. Pada akhirnya, kita menjadi satu karena berada dalam komunitas line dance,” ujarnya.
Ia berharap perkembangan komunitas line dance di Kota Kupang dapat menjadi contoh bagi daerah lain di NTT. Dengan dukungan organisasi, pembinaan yang berkesinambungan, serta partisipasi masyarakat, komunitas tersebut diharapkan tumbuh menjadi wadah yang semakin besar dan kuat.
Isidorus juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Kupang atas dukungan terhadap perkembangan line dance. Dukungan tersebut, menurut dia, menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas kegiatan komunitas dan mengembangkan potensi olahraga ini di Kota Kupang.
Ke depan, keberlanjutan pembinaan dan kesempatan mengikuti kompetisi akan menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan line dance, baik sebagai olahraga rekreasi maupun sebagai cabang olahraga yang berorientasi pada prestasi. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














