Meski demikian, ia menekankan bahwa peran utama tetap berada di tangan jemaat sebagai pemilik sekaligus penggerak pembangunan gereja. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh warga jemaat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan tersebut.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, dalam suara gembalanya menekankan bahwa peletakan batu pertama merupakan peristiwa iman yang memiliki makna teologis mendalam bagi kehidupan jemaat.
Menurutnya, kemegahan sebuah bangunan gereja harus sejalan dengan kualitas kehidupan rohani umat yang beribadah di dalamnya. Karena itu, pembangunan fisik tidak boleh mengurangi kualitas persekutuan, pelayanan, dan kesaksian jemaat.
“Bangunan gereja yang megah harus mencerminkan hati yang penuh kasih dan iman yang bertumbuh. Jika Tuhan menjadi dasar pembangunan ini, maka setiap proses akan dimampukan dan setiap tantangan akan dilalui dengan baik,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama gereja bukan terletak pada kemegahan bangunannya, melainkan pada kualitas relasi antarjemaat yang dibangun di atas kasih, persatuan, dan semangat melayani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














