Lebih lanjut, Karmany mengajak jemaat untuk memulai pembangunan dari apa yang dimiliki saat ini tanpa menunggu kondisi yang sempurna. Menurutnya, keberhasilan sebuah pekerjaan besar selalu diawali oleh keberanian untuk melangkah dan keyakinan bahwa Tuhan akan membuka jalan.
“Persekutuan adalah fondasi utama. Jangan biarkan persoalan-persoalan kecil merusak kebersamaan. Seperti sebuah perahu yang tidak akan tenggelam karena luasnya samudra, tetapi karena air yang masuk ke dalamnya, demikian pula jemaat harus menjaga persatuan agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang terus menunjukkan perhatian terhadap pembangunan kehidupan keagamaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gereja menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Pelt S. Nafi, menyampaikan bahwa pembangunan gedung gereja baru dilakukan untuk menjawab kebutuhan jemaat akan sarana peribadahan yang lebih layak dan memadai.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan di atas lahan berukuran 24 x 54 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 388 meter persegi. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam tahun dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp1,7 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












