Bupati Kupang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Perkuat Sinergi Iman dan Pembangunan Masyarakat

Avatar photo
gereja
pkp

ID, Kabupaten Kupang – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung pembangunan kehidupan keagamaan kembali ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Kupang, Yosef Lede, pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Kamis (28/5/2026).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga menjadi simbol penguatan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kolaborasi antara gereja, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kualitas kehidupan sosial di daerah.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, M.Th., yang juga melakukan peletakan batu pertama, serta Pdt. Yunus Kaytulang yang memimpin rangkaian ibadah syukur bersama jemaat.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen jemaat Gereja Pelangi Kasih Sulamu yang secara bersama-sama berinisiatif membangun sarana peribadahan yang representatif bagi umat.

Menurutnya, pembangunan gedung gereja memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan bangunan fisik. Pembangunan rumah ibadah harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas iman, penguatan persekutuan, serta pembentukan karakter umat yang berlandaskan kasih dan persaudaraan.

“Membangun rumah Tuhan adalah sebuah panggilan iman yang mulia. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun persekutuan yang kokoh, memperkuat iman jemaat, serta menjaga kebersamaan dalam setiap proses pembangunan yang dijalankan,” ujar Yosef.

Ia meyakini bahwa dengan semangat gotong royong dan penyertaan Tuhan, pembangunan Gereja Pelangi Kasih Sulamu dapat diselesaikan sesuai harapan. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk menjaga kekompakan dan mengedepankan semangat persaudaraan selama proses pembangunan berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah ibadah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya dan dana, tetapi juga oleh kemampuan jemaat menjaga kesatuan visi, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi maupun komunitas. Namun jangan sampai hal-hal kecil menjadi penghambat kebersamaan. Tetaplah sehati, sepikir, dan saling mendukung agar pembangunan gereja ini dapat diselesaikan bersama hingga tuntas,” pesannya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pembangunan kehidupan beragama sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Meski demikian, ia menekankan bahwa peran utama tetap berada di tangan jemaat sebagai pemilik sekaligus penggerak pembangunan gereja. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh warga jemaat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan tersebut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, dalam suara gembalanya menekankan bahwa peletakan batu pertama merupakan peristiwa iman yang memiliki makna teologis mendalam bagi kehidupan jemaat.

Menurutnya, kemegahan sebuah bangunan gereja harus sejalan dengan kualitas kehidupan rohani umat yang beribadah di dalamnya. Karena itu, pembangunan fisik tidak boleh mengurangi kualitas persekutuan, pelayanan, dan kesaksian jemaat.

“Bangunan gereja yang megah harus mencerminkan hati yang penuh kasih dan iman yang bertumbuh. Jika Tuhan menjadi dasar pembangunan ini, maka setiap proses akan dimampukan dan setiap tantangan akan dilalui dengan baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama gereja bukan terletak pada kemegahan bangunannya, melainkan pada kualitas relasi antarjemaat yang dibangun di atas kasih, persatuan, dan semangat melayani.

gereja
Bupati Kupang Yosef Lede, SH, sesaat sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Kamis (28/5/2026) (Ketiga dari kanan)

Lebih lanjut, Karmany mengajak jemaat untuk memulai pembangunan dari apa yang dimiliki saat ini tanpa menunggu kondisi yang sempurna. Menurutnya, keberhasilan sebuah pekerjaan besar selalu diawali oleh keberanian untuk melangkah dan keyakinan bahwa Tuhan akan membuka jalan.

“Persekutuan adalah fondasi utama. Jangan biarkan persoalan-persoalan kecil merusak kebersamaan. Seperti sebuah perahu yang tidak akan tenggelam karena luasnya samudra, tetapi karena air yang masuk ke dalamnya, demikian pula jemaat harus menjaga persatuan agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang terus menunjukkan perhatian terhadap pembangunan kehidupan keagamaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gereja menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Pelt S. Nafi, menyampaikan bahwa pembangunan gedung gereja baru dilakukan untuk menjawab kebutuhan jemaat akan sarana peribadahan yang lebih layak dan memadai.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan di atas lahan berukuran 24 x 54 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 388 meter persegi. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam tahun dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp1,7 miliar.

“Pembangunan ini merupakan cita-cita bersama seluruh jemaat untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan mampu menunjang berbagai aktivitas pelayanan gereja di masa mendatang,” jelasnya.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kupang, antara lain Asisten II Sekda Kabupaten Kupang Charles Banamtuan, Kepala Dinas Perhubungan Frits Kuhurima, Kepala Dinas Perindustrian Adriel Abineno, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yesai Lanus, Kepala Bagian Protokol Beni Selan, serta Camat Sulamu Yosafat Dokoebani.

Melalui dimulainya pembangunan Gereja Pelangi Kasih Sulamu, diharapkan tidak hanya terbangun sebuah gedung peribadahan yang representatif, tetapi juga semakin memperkuat kehidupan spiritual, solidaritas sosial, dan semangat pelayanan jemaat dalam mendukung pembangunan masyarakat Kabupaten Kupang yang harmonis, religius, dan berdaya saing.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan