Pada forum tersebut, Wali Kota turut memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan Pemkot Kupang. Ia menjelaskan berbagai langkah reformasi tata kelola pemerintahan, termasuk kebijakan penataan aktivitas hiburan masyarakat melalui pengaturan jam operasional sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan perkotaan.
Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pemerintahan yang partisipatif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan sebagai bagian dari proses penyempurnaan pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses untuk menyampaikan pendapat. Kritik yang konstruktif merupakan energi positif dalam membangun pemerintahan yang semakin baik,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Josafath MR Duka, menilai pertemuan tersebut memiliki nilai strategis karena memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat NTT yang berada di perantauan. Menurutnya, diaspora memiliki potensi besar sebagai mitra pembangunan melalui gagasan, jejaring, maupun kontribusi di berbagai bidang.
Ia menekankan bahwa semangat persaudaraan dan solidaritas warga NTT harus terus dipelihara sebagai modal sosial yang mampu mendorong pembangunan daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk tetap memiliki kepedulian terhadap kampung halaman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












