Anggaran Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Terbatas, Pemkot Kupang Cari Solusi

Avatar photo
silat

ID, KUPANG – Rencana penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 di Kota Kupang menghadapi kendala pembiayaan. Dari total kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp200 juta, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang baru memperoleh dukungan dana sebesar Rp25 juta melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Kupang bersama pengurus IPSI membahas kembali skema penyelenggaraan turnamen yang direncanakan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026. Persoalan pendanaan menjadi perhatian utama karena kejuaraan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet pencak silat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pembahasan berlangsung dalam audiensi pengurus IPSI Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026). Pertemuan itu turut melibatkan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H.

Dalam pertemuan tersebut, Serena meminta IPSI menghitung kembali kebutuhan teknis dan pembiayaan kegiatan. Sejumlah komponen yang menjadi bahan evaluasi meliputi lokasi pertandingan, lama pelaksanaan, kebutuhan fasilitas, serta jumlah kategori yang akan dipertandingkan.

Menurut Serena, penyesuaian konsep kegiatan perlu dilakukan agar kejuaraan tetap memiliki peluang untuk diselenggarakan tanpa membebani kemampuan keuangan daerah.

“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ujar Serena.

Ia juga menyampaikan bahwa usulan dukungan anggaran melalui Dispora Kota Kupang akan diteruskan kepada Wali Kota Kupang untuk menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perencanaan program pada tahun berikutnya.

Serena menilai keberlanjutan pembinaan atlet tidak boleh sepenuhnya bergantung pada terselenggaranya satu kejuaraan. Kompetisi memang menjadi instrumen penting dalam mengukur kemampuan atlet, tetapi proses pembinaan, pelatihan, dan penjaringan talenta harus berlangsung secara konsisten.

“Yang terpenting, semangat pembinaan jangan sampai berhenti. Kita perlu memastikan anak-anak yang memiliki bakat mendapat kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Kupang,” tegasnya.

Selain berorientasi pada pencapaian prestasi, Serena mengingatkan bahwa pencak silat merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia. Nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama yang terkandung dalam olahraga bela diri tersebut dinilai penting untuk ditanamkan sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, mendukung evaluasi terhadap rancangan kejuaraan. Ia berharap IPSI segera menyusun kembali rincian kebutuhan pembiayaan dan mempertimbangkan rasionalisasi kategori pertandingan agar pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, menjelaskan bahwa persiapan Kejuaraan Wali Kota Cup II telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui pembentukan panitia dan pengajuan proposal kegiatan. Namun, keterbatasan dukungan finansial membuat rencana penyelenggaraan harus kembali diperhitungkan.

Pada rancangan awal, turnamen tersebut akan mempertandingkan sejumlah kelompok usia, mulai dari kategori usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa. Cakupan kategori tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan berkompetisi kepada atlet dari berbagai kelompok umur.

“Kami berharap Kejuaraan Wali Kota Cup ini dapat dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi. Namun, dengan kondisi anggaran yang tersedia saat ini, kami perlu melakukan evaluasi kembali terhadap rencana pelaksanaannya,” jelas Adrianus.

Apabila penyelenggaraan tidak memungkinkan dilakukan sesuai konsep semula, IPSI berencana mengarahkan dana yang tersedia untuk mendukung program pembinaan lanjutan atlet pencak silat di Kota Kupang sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam audiensi tersebut, Adrianus juga memaparkan capaian atlet pencak silat Kota Kupang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Dari target tiga medali emas pada kategori tunggal serta nomor tanding putra dan putri, kontingen Kota Kupang memperoleh satu medali perak dan lima medali perunggu.

Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi IPSI dalam memperbaiki strategi pelatihan, meningkatkan kualitas atlet, serta mempersiapkan kontingen menghadapi kompetisi berikutnya.

Selain membahas kejuaraan tahun 2026, IPSI mengusulkan agar dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Wali Kota Cup pada tahun-tahun mendatang dapat dipertimbangkan melalui Dispora Kota Kupang. Skema tersebut diharapkan memperjelas koordinasi dan pengawasan program olahraga, sekaligus memungkinkan KONI lebih memusatkan perhatian pada pembinaan cabang olahraga.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris IPSI Kota Kupang Fakhruddin Prasong, Bendahara Yeyen Ngamal, pelatih Bobi Boimau, serta Iwan Selan selaku wasit dan juri. Red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan