Selain pengembangan destinasi wisata budaya, PT KIB juga membuka peluang pemanfaatan lahan sekitar 20 hektare untuk pembangunan Sirkuit Multifungsi Flobamora. Rencana ini diarahkan untuk menghadirkan infrastruktur olahraga otomotif yang dapat menunjang penyelenggaraan berbagai kegiatan dan kompetisi bermotor di NTT.
Aris menyebutkan, komunikasi awal dengan Pemerintah Kabupaten Kupang telah dilakukan melalui pertemuan bersama Bupati Kupang. Respons positif dari kepala daerah tersebut dinilai menjadi salah satu modal awal dalam membangun koordinasi antarpemangku kepentingan.
“Kami telah melakukan pertemuan dengan Bupati Kupang dan Pak Bupati sangat respons dan antusias terhadap rencana pengembangan fasilitas olahraga otomotif dimaksud,” jelasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari penjajakan tersebut, PT KIB telah menyiapkan langkah awal terkait mekanisme penyewaan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sirkuit. Namun, skema pemanfaatan lahan dan tahapan pengembangan fasilitas tersebut masih membutuhkan pembahasan serta kesepakatan lebih lanjut.
Dalam perspektif pengembangan ekonomi wilayah, kedua proyek tersebut memiliki karakteristik dan potensi kontribusi yang berbeda. NTT Mini berpeluang memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya melalui pengembangan destinasi, pemasaran produk lokal, dan perluasan ruang partisipasi pelaku ekonomi kreatif. Sementara itu, Sirkuit Multifungsi Flobamora berpotensi menjadi infrastruktur pendukung industri olahraga otomotif, termasuk penyelenggaraan kompetisi dan aktivitas ekonomi turunannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
