PT KIB Matangkan Rencana Investasi NTT Mini dan Sirkuit Flobamora, Siapkan Lahan 24 Hektare

kib

ID, Bolok – PT Kawasan Industri Bolok (PT KIB) mulai mengakselerasi penjajakan sejumlah agenda strategis pengembangan kawasan investasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua proyek yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan NTT Mini sebagai kawasan wisata berbasis representasi kebudayaan lokal serta pengembangan Sirkuit Multifungsi Flobamora sebagai infrastruktur penunjang olahraga otomotif.

Kedua inisiatif tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari diversifikasi fungsi kawasan, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri olahraga.

Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT KIB, Martinus Aris Sengaji Tokan, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengidentifikasi kebutuhan lahan untuk mendukung rencana pengembangan tersebut. Untuk proyek NTT Mini, PT KIB merencanakan alokasi lahan seluas kurang lebih empat hektare di dalam kawasan yang dikelolanya.

Menurut Martin, NTT Mini dirancang sebagai kawasan rekreasi dan destinasi wisata tematik yang mengintegrasikan unsur kebudayaan, aktivitas ekonomi kreatif, serta potensi pariwisata daerah. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan representasi keberagaman identitas budaya masyarakat dari berbagai wilayah di NTT.

“Konsep NTT Mini nantinya dirancang sebagai kawasan hiburan dan wisata yang menghadirkan representasi kekayaan budaya dari seluruh wilayah NTT. Di dalamnya akan ditampilkan berbagai rumah adat, sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelas Martin Tokan saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026).

Secara konseptual, keberadaan NTT Mini tidak hanya dimaksudkan sebagai fasilitas rekreasi, tetapi juga sebagai ruang artikulasi identitas budaya dan promosi potensi ekonomi lokal. Berbagai produk unggulan masyarakat, termasuk kain tenun dan kerajinan tradisional, direncanakan memperoleh ruang pemasaran melalui aktivitas perdagangan, promosi, maupun kegiatan wisata.

“Masyarakat nantinya berpeluang terlibat melalui kegiatan promosi dan penjualan kain tenun, produk kerajinan lokal, serta berbagai aktivitas wisata lainnya,” tambahnya.

Martin mengungkapkan, proses penjajakan pengembangan NTT Mini telah memasuki tahap awal melalui survei lokasi yang dilakukan oleh pihak pengusul. Usulan konseptual proyek tersebut juga telah disampaikan kepada PT KIB sekitar dua minggu sebelum wawancara berlangsung.

Kendati demikian, rencana pembangunan kawasan wisata budaya tersebut belum dapat diumumkan secara definitif. Pembahasan masih berada dalam fase awal, sementara kepastian mengenai keterlibatan investor menjadi salah satu prasyarat penting sebelum proyek memasuki tahapan implementasi.

Selain pengembangan destinasi wisata budaya, PT KIB juga membuka peluang pemanfaatan lahan sekitar 20 hektare untuk pembangunan Sirkuit Multifungsi Flobamora. Rencana ini diarahkan untuk menghadirkan infrastruktur olahraga otomotif yang dapat menunjang penyelenggaraan berbagai kegiatan dan kompetisi bermotor di NTT.

Aris menyebutkan, komunikasi awal dengan Pemerintah Kabupaten Kupang telah dilakukan melalui pertemuan bersama Bupati Kupang. Respons positif dari kepala daerah tersebut dinilai menjadi salah satu modal awal dalam membangun koordinasi antarpemangku kepentingan.

“Kami telah melakukan pertemuan dengan Bupati Kupang dan Pak Bupati sangat respons dan antusias terhadap rencana pengembangan fasilitas olahraga otomotif dimaksud,” jelasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari penjajakan tersebut, PT KIB telah menyiapkan langkah awal terkait mekanisme penyewaan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sirkuit. Namun, skema pemanfaatan lahan dan tahapan pengembangan fasilitas tersebut masih membutuhkan pembahasan serta kesepakatan lebih lanjut.

Dalam perspektif pengembangan ekonomi wilayah, kedua proyek tersebut memiliki karakteristik dan potensi kontribusi yang berbeda. NTT Mini berpeluang memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya melalui pengembangan destinasi, pemasaran produk lokal, dan perluasan ruang partisipasi pelaku ekonomi kreatif. Sementara itu, Sirkuit Multifungsi Flobamora berpotensi menjadi infrastruktur pendukung industri olahraga otomotif, termasuk penyelenggaraan kompetisi dan aktivitas ekonomi turunannya.

Apabila dapat direalisasikan, kedua proyek tersebut berpeluang memperluas diversifikasi aktivitas ekonomi di kawasan Bolok dan sekitarnya. Namun, kontribusi ekonominya akan sangat ditentukan oleh kelayakan investasi, kesiapan infrastruktur, model pengelolaan, serta keberlanjutan operasional masing-masing fasilitas.

Dengan demikian, rencana pengembangan NTT Mini dan Sirkuit Multifungsi Flobamora masih membutuhkan proses pematangan dari aspek perencanaan, pembiayaan, kepastian investor, dan koordinasi kelembagaan dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait.

PT KIB kini berada pada tahap penjajakan untuk menerjemahkan kedua gagasan tersebut menjadi proyek investasi yang memiliki landasan perencanaan dan skema implementasi yang lebih terukur. Red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version