Undana Kucurkan Dukungan Riset Rp1 Miliar untuk Kota Kupang, Wali Kota Minta Hasilnya Jadi Kebijakan Nyata

Avatar photo
riset

ID, Kupang – Pemerintah Kota Kupang memperoleh dukungan riset senilai Rp1 miliar dari Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah. Dana tersebut dialokasikan dalam bentuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sepanjang 2026, dengan sasaran sejumlah persoalan strategis di daerah.

Dukungan itu diserahkan secara simbolis oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana di Hotel Harper Kupang, Selasa (24/2/2026).

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Christian menyambut positif komitmen perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, penelitian harus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan agar program pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar berdasarkan asumsi birokrasi.

“Kita membuat kebijakan harus berdasarkan kajian. Tidak bisa top down. Orang butuhnya apel, jangan kita kasih jeruk. Supaya tepat sasaran, kita memang butuh penelitian,” tegasnya.

Ia menekankan, hasil riset tidak boleh berhenti sebagai laporan akademik atau sekadar menjadi koleksi perpustakaan. Temuan penelitian harus diterjemahkan menjadi program dan keputusan pemerintah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan sampai hanya berhenti di rak perpustakaan. Penelitian ini harus mewujud nyata dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi warga,” tambahnya.

Untuk memastikan penelitian menjawab persoalan di lapangan, Christian membuka ruang bagi setiap perangkat daerah mengusulkan sektor prioritas yang membutuhkan dukungan kajian ilmiah. Dengan demikian, agenda riset dapat diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tiga Fokus Strategis: Sampah, UMKM, dan Reformasi Birokrasi

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Undana akan berkomunikasi secara intensif dengan Pemerintah Kota Kupang guna menentukan prioritas penelitian dan pengabdian masyarakat selama 2026.

“Kami akan melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menentukan aspek mana yang menjadi prioritas tahun ini. Fokusnya bisa pada pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, maupun reformasi birokrasi,” jelasnya.

Ketiga sektor tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan publik, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui penelitian, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai persoalan yang perlu ditangani, alternatif solusi, serta dampak dari kebijakan yang akan diterapkan.

Jefri menegaskan, konsep kampus berdampak harus diwujudkan sejak tahap perencanaan. Artinya, keterlibatan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga perlu berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

Kolaborasi Diperluas ke Sejumlah Daerah di NTT

Dukungan riset tersebut tidak hanya diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang. Undana juga menyerahkan bantuan serupa kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur serta sejumlah pemerintah kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada.

Dalam kesempatan yang sama, Undana menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan mitra dalam dan luar negeri. Kerja sama tersebut mencakup Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, BRI Cabang Kupang, KPU Provinsi NTT, serta sejumlah perguruan tinggi di Timor Leste.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini membuka peluang pemanfaatan pengetahuan akademik untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan. Namun, manfaat dukungan riset akan sangat ditentukan oleh ketepatan pemilihan topik, kualitas hasil penelitian, dan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, dukungan Rp1 miliar tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kebijakan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan warga. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar menjadi dasar bagi program pembangunan yang dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan