ID, Denpasar – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Badung dan Kabupaten Karangasem pada Kamis (29/1/2026). Lawatan ini menjadi bagian dari langkah proaktif Pemerintah Provinsi NTT untuk memulihkan harmoni sosial dan mempererat kembali hubungan masyarakat NTT dan Bali, menyusul sejumlah insiden sosial yang melibatkan oknum warga NTT di wilayah Bali.
Kunjungan tersebut melanjutkan agenda sehari sebelumnya, Rabu malam (28/1/2026), ketika Wagub Johni bertemu dan berdialog dengan keluarga besar Diaspora NTT di Bali. Rangkaian kegiatan ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam merespons dampak sosial dan psikologis yang dirasakan masyarakat Bali akibat perilaku segelintir oknum, yang berimplikasi pada citra masyarakat NTT secara luas.
Dalam kunjungan ini, Wagub NTT didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTT Kanis Mau, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan Petrus Seran Tahuk, Kepala Dinas Nakertrans NTT Sylvia Peku Djawang, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Parera, Kepala Biro Umum Setda NTT Gusti Sigasare, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT Taty Setyawati. Turut serta pula sejumlah kepala dan wakil kepala daerah dari wilayah Sumba serta Wakil Bupati Ende.
Dialog dengan Pemerintah Kabupaten Badung
Agenda pertama dilaksanakan di Kantor Bupati Badung, Jalan Raya Sempidi, Kecamatan Mengwi. Rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Badung menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Bupati Badung yang sedang menjalankan tugas pemerintahan di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub NTT sebagai bentuk kepedulian dan kesungguhan pemerintah dalam merespons persoalan sosial lintas daerah.
“Kami menghargai dan memberi hormat atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur NTT. Ini menunjukkan kehadiran negara dalam mencari solusi secara bersama atas persoalan yang terjadi belakangan ini,” ujar Ida Bagus Surya Suamba.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Badung terbiasa hidup dalam keberagaman dan selama ini warga NTT telah menjadi bagian dari dinamika sosial dan pembangunan daerah. Menurutnya, peristiwa yang terjadi tidak dapat digeneralisasi sebagai cerminan seluruh warga NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Johni Asadoma secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat Bali.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat NTT, saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas tindakan oknum-oknum warga NTT yang telah melanggar norma serta adat istiadat Bali,” ucap Johni.
Ia mengakui bahwa peristiwa tersebut menimbulkan stigma dan berdampak pada kehidupan sosial warga NTT lainnya yang selama ini hidup tertib dan taat aturan, termasuk kesulitan dalam akses hunian dan aktivitas sosial.
Ke depan, Wagub menekankan pentingnya penataan administrasi kependudukan bagi warga NTT yang hendak merantau, termasuk kewajiban membawa surat keterangan dari daerah asal dan melapor kepada aparat lingkungan setempat. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum tanpa kompromi bagi warga NTT yang melakukan pelanggaran hukum di Bali.
Silaturahmi di Kabupaten Karangasem
Usai dari Badung, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Karangasem dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Dalam suasana dialog yang berlangsung hangat dan kekeluargaan, Wagub Johni kembali menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memperbaiki tata kelola perantauan warganya.
“Kami datang untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bahwa ke depan pembekalan, pendataan, dan penataan administrasi warga NTT yang merantau akan diperkuat, agar mereka mampu beradaptasi dan menghormati budaya setempat,” katanya.
Johni Asadoma juga mengingatkan bahwa relasi Bali dan NTT telah terjalin sejak lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, sejarah panjang persaudaraan tersebut harus menjadi fondasi bersama dalam merawat kembali keharmonisan sosial.
Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa mengapresiasi langkah Wagub NTT yang turun langsung menemui pemerintah dan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa masyarakat Karangasem terbuka terhadap pendatang selama menghormati adat, budaya, dan aturan lokal.
Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Selat I Wayan Gede Mustika menekankan pentingnya pendataan dan pelaporan warga pendatang guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah adat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan paguyuban diaspora dapat terus diperkuat.
Perkuat Komitmen Harmoni Bali–NTT
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi Bali telah menandatangani Komitmen Harmoni Kehidupan Bersama pada Rabu (28/1/2026) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
Komitmen tersebut menegaskan tekad kedua provinsi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga ketertiban sosial, serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan guna mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun, aman, berkeadilan, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
