Winston mengenang keterlibatannya dalam menggerakkan kader-kader Partai Demokrat untuk membantu pembangunan sekolah tersebut sekitar 2015–2016. Saat itu, dukungan diberikan melalui berbagai pekerjaan, mulai dari penggalian fondasi dan pengerjaan kayu hingga penyediaan semen.
Namun, setelah hampir sepuluh tahun berlalu, kebutuhan ruang kelas permanen masih menjadi persoalan. Bagi Winston, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan dukungan terhadap fasilitas pendidikan yang dibangun atas inisiatif masyarakat.
Siswa Keluhkan Ruang Kelas Panas dan Dinding Berlubang
Dalam dialog bersama siswa, guru, komite sekolah, dan orang tua, Winston menyerap berbagai aspirasi terkait kondisi infrastruktur pendidikan. Para siswa mengeluhkan ruang kelas yang panas, atap rendah, serta dinding tipis dan berlubang.
Salah seorang siswi, Carla Ndatang, menyampaikan bahwa suhu ruang kelas mulai terasa panas sekitar pukul 10.00 WITA, ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Selain itu, suara dari ruang kelas lain kerap mengganggu konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran.
Winston menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jumlah ruang kelas, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran. Menurut dia, siswa membutuhkan lingkungan belajar yang memungkinkan mereka mengikuti pelajaran dengan aman dan berkonsentrasi secara optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














