Kolaborasi mencakup sejumlah agenda, antara lain penguatan kebijakan dan pembiayaan UMKM, optimalisasi kredit program pemerintah, peningkatan kelayakan usaha, integrasi program pemberdayaan, serta penguatan akses pasar dan rantai pasok.
Kerja sama juga mencakup pengembangan ekosistem melalui digitalisasi, hilirisasi, inovasi, kekayaan intelektual, serta pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Maman menilai peningkatan pembiayaan tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak disertai penguatan sisi permintaan, terutama akses pasar.
Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi melalui pembiayaan harus memiliki korelasi dengan kemampuan UMKM menjual produk dan memperluas pasar. Dengan demikian, ekspansi usaha tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi dapat menghasilkan pertumbuhan yang sehat.
“Kalau kita mau melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM, kita tidak bisa hanya melihat dari aspek pembiayaan. Kompleksitas untuk mendorong UMKM tumbuh harus dilihat dari seluruh aspek yang saling terkait, termasuk pasar,” kata Maman.
Mengubah Cara Sistem Keuangan Melihat UMKM
Persoalan pembiayaan UMKM juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri. Ia menilai diperlukan perubahan paradigma dalam sistem pembiayaan agar lembaga keuangan semakin mampu memahami karakteristik ekonomi UMKM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










