BPR juga menghadapi kompetitor yang memiliki sumber daya lebih besar.
“Tentu kemungkinan besar BPR tidak mampu bersaing dengan bank besar. Bank besar seperti BRI memiliki kantor unit di kecamatan yang bisa menjadi pesaing utama, plus fintech,” tuturnya.
Situasi tersebut menjelaskan mengapa konsolidasi menjadi salah satu agenda yang terus didorong regulator.
Konsolidasi Menjadi Jalan Keluar
OJK mendorong konsolidasi industri BPR melalui berbagai mekanisme, termasuk merger dan akuisisi. Di sisi lain, terhadap bank yang sudah tidak dapat diselamatkan, pencabutan izin menjadi bagian dari tindakan pengawasan.
Konsolidasi bukan sekadar upaya mengurangi jumlah pemain. Secara ekonomi, penggabungan atau penguatan modal dapat menciptakan institusi dengan kapasitas yang lebih memadai untuk melakukan investasi pada teknologi, sumber daya manusia, tata kelola, dan sistem manajemen risiko.
Amin mendorong BPR melakukan pembenahan secara menyeluruh agar tidak terjebak dalam model bisnis yang semakin kehilangan relevansi.
Menurut dia, BPR harus memiliki model bisnis yang jelas, tata kelola yang kuat, infrastruktur teknologi yang memadai, serta manajemen risiko yang disiplin.
Ia menawarkan tiga agenda strategis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














