Namun, ketika ditempatkan dalam kerangka pengawasan dan konsolidasi, fenomena tersebut menghasilkan pembacaan yang berbeda.
Ada bank yang gagal mempertahankan kesehatan keuangannya. Ada yang menghadapi persoalan tata kelola. Ada pula yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perilaku konsumen.
Pada saat yang sama, regulator semakin tegas terhadap institusi yang tidak lagi viable.
Karena itu, persoalan sesungguhnya bagi BPR yang masih bertahan bukan sekadar bagaimana menghindari pencabutan izin. Tantangannya adalah membangun institusi yang cukup sehat, adaptif, dan relevan untuk menghadapi perubahan struktur industri keuangan.
Sebelas bank yang telah ditutup mungkin bukan tanda bahwa krisis perbankan sedang terjadi. Tetapi angka itu tetap membawa pesan yang sulit diabaikan: bank kecil yang tidak memperkuat modal, tata kelola, teknologi, manajemen risiko, dan relevansi model bisnisnya akan menghadapi tekanan yang semakin besar.
Seperti dilansir dari CNN, dalam industri yang bergerak menuju konsolidasi dan digitalisasi, ukuran keberlangsungan sebuah bank pada akhirnya bukan hanya seberapa lama ia telah berdiri, tetapi seberapa mampu ia beradaptasi tanpa kehilangan kepercayaan nasabah. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














