Di sisi lain, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap berada dalam kondisi yang relatif stabil. Perbaikan neraca perdagangan, meningkatnya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik, serta berakhirnya periode puncak kebutuhan valuta asing untuk pembayaran dividen menjadi faktor yang menopang penguatan mata uang nasional.
Bank Indonesia menegaskan bahwa keputusan mempertahankan BI-Rate merupakan bagian dari bauran kebijakan yang terintegrasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat pasar uang dan pasar valuta asing, meningkatkan likuiditas sistem keuangan, serta mempertahankan inflasi pada kisaran sasaran 2,5±1 persen selama 2026 hingga 2027.
Melalui kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan pendalaman pasar keuangan, BI berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sehingga mampu mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













