Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas pasar modal yang sedang dijalankan.
Menurut Hasan, dampak jangka pendek berupa penurunan harga saham sudah diperkirakan sejak awal.
“Ini merupakan konsekuensi yang memang telah diperhitungkan. Namun ke depan, reformasi ini akan membentuk kualitas baru saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.
Hasan optimistis pasar modal Indonesia tetap menarik bagi investor karena ditopang fundamental ekonomi domestik yang stabil, pertumbuhan jumlah investor, serta kinerja emiten yang positif.
Ia menambahkan, rasio Price-to-Earnings Ratio (PER) IHSG saat ini berada di level 16 kali dan laporan keuangan emiten pada triwulan I 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Untuk menjaga stabilitas pasar, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) juga telah memperpanjang sejumlah kebijakan, termasuk kebijakan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
OJK menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














