Pemprov mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui program One Village One Product (OVOP) serta penguatan jaringan pemasaran produk unggulan daerah.
Di sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perbankan NTT tumbuh 7,45 persen (yoy) menjadi Rp56,46 triliun per akhir 2025. Kredit meningkat menjadi Rp47,41 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) 3,57 persen, masih dalam batas aman. Kredit UMKM mendominasi dengan nilai Rp17,42 triliun atau 65,84 persen dari total kredit.
Selain itu, jumlah investor pasar modal mencapai 50.016 SID, sementara outstanding fintech peer-to-peer lending tumbuh 50,33 persen menjadi Rp874 miliar, mencerminkan peningkatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Sejumlah capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi NTT kian menguat. Namun, tantangan global dan konsistensi implementasi kebijakan tetap menjadi faktor penentu keberlanjutan pertumbuhan di tahun mendatang.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















