Namun hingga saat ini, realisasi intervensi yang digunakan pemerintah masih relatif kecil, yakni sekitar Rp600 miliar. Hal itu dinilai menunjukkan tekanan jual dari investor belum terlalu besar.
“Artinya kondisi pasar masih cukup terkendali dan belum membutuhkan langkah darurat,” ujarnya di Jakarta.
Purbaya juga menjelaskan pemerintah belum perlu mengaktifkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) yang melibatkan sejumlah badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan.
Langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah saat ini lebih difokuskan untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan harga obligasi negara tetap stabil di tengah tekanan global.
Pengamat ekonomi dari kalangan akademisi menilai pelemahan rupiah saat ini tidak lepas dari sentimen global, termasuk penguatan dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor asing terhadap pasar negara berkembang.
Meski demikian, pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dalam jangka menengah dan panjang.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















