“Volume air terus meningkat, begitu pula risikonya,” kata Zhu kepada CCTV.
Ancaman tersebut menunjukkan bagaimana bencana hidrometeorologi di wilayah pegunungan dapat berkembang secara berantai. Runtuhnya gletser dan longsor tidak hanya memicu banjir pertama, tetapi juga dapat mengubah aliran sungai, membentuk bendungan alami, menciptakan danau baru, dan menghasilkan ancaman banjir susulan.
Dengan demikian, bahaya tidak berakhir ketika air banjir pertama mulai surut.
Tim Penyelamat Mulai Menjauh dari Sungai
Peringatan mengenai potensi jebolnya danau juga mulai mengubah strategi operasi penyelamatan di Nepal.
Sejumlah petugas penyelamat pada Kamis bergerak menuju kawasan yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya banjir susulan.
Pawan Koirala merupakan salah satu anggota tim penyelamat yang mengambil langkah tersebut. Ia bersama 13 anggota tim lainnya mulai menjauh dari dasar sungai setelah peringatan mengenai ancaman banjir dikeluarkan.
“Kami berada di sini untuk melakukan penyelamatan dan tidak ingin berada dekat dengan zona berbahaya,” ujarnya.
Keputusan tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi tim penyelamat: pencarian korban harus terus dilakukan, tetapi keselamatan petugas juga menjadi bagian fundamental dari operasi tanggap darurat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














