Drone Teheran Ditembak Jatuh di Dekat Kapal Induk Amerika

Avatar photo
drone

Namun eskalasi tidak berhenti pada satu insiden. Beberapa jam setelah penembakan drone, ketegangan bergeser ke Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Di wilayah itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan melakukan tindakan intimidatif terhadap kapal tanker komersial berbendera Amerika Serikat, M/V Stena Imperative.

CENTCOM menyebut dua kapal cepat IRGC bersama sebuah drone Mohajer mendekati tanker tersebut dengan kecepatan tinggi dan melontarkan ancaman untuk naik serta menyita kapal. Situasi baru mereda setelah kapal perusak berpeluru kendali USS McFaul (DDG-74) memberikan perlindungan defensif, dibantu dukungan udara Angkatan Udara AS. Tanker tersebut akhirnya dapat melanjutkan pelayaran tanpa insiden lanjutan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Rentetan peristiwa ini berlangsung di tengah upaya diplomatik yang tengah diupayakan Turki untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Gedung Putih menegaskan bahwa jalur dialog tetap terbuka, meskipun situasi di lapangan semakin kompleks.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump masih menempatkan diplomasi sebagai pilihan utama. “Presiden selalu mengutamakan diplomasi, tetapi itu membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak. Di saat yang sama, presiden memiliki berbagai opsi yang siap dipertimbangkan terkait Iran,” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan