Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi berantai terhadap rantai pasok energi global. Risiko keamanan yang meningkat dapat memengaruhi biaya pengangkutan, premi asuransi, waktu tempuh, hingga harga komoditas energi.
Sejak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz telah mengalami sejumlah gangguan.
Situasi itu turut mendorong kenaikan tarif angkutan laut sekaligus meningkatkan kekhawatiran pelaku industri terhadap keselamatan kapal yang melintasi jalur tersebut.
Dalam perkembangan sebelumnya, IRGC juga telah mengeluarkan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz apabila kapal tersebut dinilai memiliki hubungan dengan negara yang dianggap sebagai lawan Teheran atau tidak mematuhi instruksi Iran.
Risiko Gangguan Energi Global Meningkat
Serangan terhadap kapal ADNOC memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik dapat beririsan langsung dengan infrastruktur perdagangan energi internasional.
Selat Hormuz bukan hanya jalur pelayaran regional, tetapi merupakan bagian vital dari arsitektur keamanan energi global. Setiap gangguan yang berlangsung dalam periode panjang dapat menciptakan tekanan terhadap distribusi komoditas dan meningkatkan ketidakpastian di pasar internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














