Monarki Norwegia memang masih mendapatkan dukungan masyarakat dan selama ini dikenal memiliki pendekatan yang relatif modern. Namun, sejumlah persoalan dalam beberapa tahun terakhir membuat keluarga kerajaan berada dalam sorotan yang lebih tajam.
Salah satu yang paling mencolok berkaitan dengan Mette-Marit, istri Haakon yang kini menyandang status sebagai Ratu Norwegia.
Mette-Marit pada tahun ini meminta maaf terkait hubungannya selama beberapa tahun dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah dinyatakan bersalah.
Di saat bersamaan, putranya, Marius Borg Høiby, menghadapi perkara hukum serius. Høiby dinyatakan bersalah dalam kasus pemerkosaan dan kemudian mengajukan banding terhadap putusan tersebut.
Persoalan itu menjadi tantangan serius bagi Haakon pada awal masa pemerintahannya.
Kisah Cinta yang Pernah Mengguncang Kerajaan
Sebelum menjadi ratu, Mette-Marit sendiri pernah menjadi pusat kontroversi.
Haakon bertemu dengannya dalam sebuah festival musik di Kristiansand pada 1999. Latar belakang Mette-Marit yang berasal dari kehidupan masyarakat biasa membuat media menjulukinya “Cinderella dari Kristiansand.”
Hubungan tersebut sempat memicu perdebatan nasional.
Mette-Marit merupakan ibu tunggal dengan seorang anak ketika hubungan mereka diumumkan. Masa lalunya juga menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai pesta-pesta di Oslo pada era 1990-an yang berkaitan dengan penggunaan narkoba.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
