Tiga hari sebelum pernikahan pada 2001, Mette-Marit meminta maaf secara terbuka atas masa lalunya.
Sikap tersebut justru menjadi titik balik. Perlahan, ia memperoleh simpati masyarakat dan kemudian dipandang sebagai simbol wajah baru monarki Norwegia yang lebih modern.
Haakon dan Mette-Marit kemudian memiliki dua anak, Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.
Mette-Marit juga aktif dalam sejumlah isu sosial, termasuk dukungan terhadap orang dengan HIV dan promosi literasi.
Kini Haakon Menghadapi Ujian Terberat
Persoalan keluarga kembali mencuat ketika kasus Marius Borg Høiby memasuki proses hukum.
Salah satu korban dalam kasus tersebut disebut mengalami pemerkosaan di kediaman Haakon di Skaugum, kawasan di luar Oslo.
Meski Høiby diperlakukan sebagai bagian dari keluarga, kerajaan Norwegia menegaskan bahwa ia bukan anggota kerajaan.
Tekanan bertambah setelah dokumen yang dipublikasikan menjelang persidangan mengungkap komunikasi antara Mette-Marit dan Epstein.
Mette-Marit kemudian meminta maaf kepada Harald dan Sonja. Ia mengakui telah melakukan penilaian yang buruk dan mengatakan berharap tidak pernah bertemu Epstein.
Dampaknya terhadap citra kerajaan pun mulai terlihat.
Jajak pendapat pada awal tahun ini menunjukkan hampir separuh masyarakat Norwegia menilai Mette-Marit tidak seharusnya menjadi ratu.
Kondisi Sang Ratu Menambah Beban
Di tengah kontroversi tersebut, Haakon juga harus menghadapi persoalan kesehatan istrinya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
