Salah satu tugas terakhir Lee adalah upaya diplomatik untuk mencegah Kuba menjalin hubungan resmi dengan Korea Selatan. Kegagalan misi tersebut, dikombinasikan dengan kekecewaan mendalam terhadap sistem politik Pyongyang, mendorongnya mengambil keputusan ekstrem untuk membelot.
“Saya mencapai titik jenuh,” ungkap Lee, menggambarkan alasannya meninggalkan rezim yang telah ia layani bertahun-tahun.
Perombakan pengamanan Kim Jong Un
Dalam perkembangan terpisah, Kim Jong Un dilaporkan telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur pengamanan pribadinya. Pekan lalu, pemimpin Korea Utara itu mengganti sedikitnya tiga pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas perlindungan dirinya.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyebutkan bahwa pergantian tersebut teridentifikasi sejak parade militer pada Oktober lalu. Tiga lembaga negara yang mengelola keamanan Kim Jong Un dilaporkan mengalami perubahan pimpinan secara bersamaan.
Perhatian khusus tertuju pada Komando Pengawal, unit elite yang menangani ancaman non-konvensional seperti serangan drone dan perang elektronik. Pergantian pimpinan di lembaga ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya kekhawatiran Pyongyang terhadap bentuk serangan modern.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













