Analis Korea Institute for National Unification, Hong Min, menilai perubahan pola pengamanan tersebut berkaitan erat dengan langkah Korea Utara mengirim pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik Ukraina.
“Perubahan signifikan dalam sistem keamanan Kim Jong Un mulai terlihat sejak Oktober 2024, bertepatan dengan pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia,” kata Hong Min kepada AFP.
Selain faktor Ukraina, operasi AS terhadap Venezuela juga diyakini memperkuat kekhawatiran Pyongyang. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat awal bulan ini disebut menjadi peringatan nyata bagi Korea Utara tentang risiko terhadap keselamatan pemimpin negara.
Menurut Hong Min, skenario tersebut dipandang Pyongyang sebagai ancaman paling ekstrem terhadap kelangsungan rezim. “Bagi Korea Utara, ini adalah contoh konkret dari apa yang selama ini mereka sebut sebagai serangan pemenggalan kepala,” ujarnya.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana dinamika geopolitik global, termasuk tindakan AS di Amerika Latin, dapat berdampak langsung pada perhitungan keamanan negara-negara tertutup seperti Korea Utara. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













