Ia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Israel disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi militer, mulai dari menyerang Hizbullah terlebih dahulu, menyerang Iran lebih dulu, hingga melancarkan serangan simultan terhadap keduanya. “Dalam menghadapi berbagai skenario ini, Hizbullah siap mempertahankan diri,” ujar Qassem, seperti dikutip Middle East Monitor.
Qassem menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan bersikap netral apabila konflik pecah. Menurutnya, respons organisasi akan disesuaikan dengan dinamika pertempuran dan kepentingan strategis yang berkembang di lapangan.
Ia juga menyinggung isu ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Qassem menilai ancaman tersebut bukan hanya ditujukan kepada Iran, melainkan juga dianggap sebagai ancaman terhadap umat Islam secara luas.
Di Irak, kelompok Kataib Hizbullah turut menyuarakan sikap serupa. Pada Minggu (25/1), kelompok tersebut menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Teheran akan dipandang sebagai deklarasi “perang total”. Dalam pernyataan resminya, Kataib Hizbullah menyerukan persatuan kelompok-kelompok bersenjata untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai agresi Barat.
Kelompok itu juga mengimbau para pendukungnya untuk bersiap secara fisik dan militer, sembari memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan berujung pada konsekuensi besar bagi pihak penyerang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
