Ketegangan regional ini meningkat sejak kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln memasuki kawasan Timur Tengah. Pemerintah AS dalam beberapa waktu terakhir mengisyaratkan tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran, menyusul tindakan keras pemerintah Teheran dalam merespons gelombang demonstrasi domestik.
Iran sendiri tengah dilanda unjuk rasa besar sejak akhir Desember akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan yang menurut mereka telah berkembang menjadi upaya menggulingkan pemerintahan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa pengerahan armada militer ke Timur Tengah dilakukan sebagai langkah antisipatif atas situasi yang memburuk di Iran. Bahkan pada Selasa (27/1), AS dilaporkan kembali mengirim tambahan kekuatan militer ke kawasan tersebut.
Pemerintah Iran telah berulang kali menegaskan bahwa mereka akan membalas setiap bentuk agresi militer. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran berpotensi memicu instabilitas luas dan menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam konflik berkepanjangan. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
