Menurutnya, setelah proses dialog berlangsung selama bertahun-tahun, perhatian perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan yang masih tersisa melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Bagi pihak-pihak yang masih menyimpan persoalan, ia mendorong penyelesaian secara kekeluargaan dan melalui mekanisme adat.
“Silakan duduk di bawah pohon dan selesaikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya ruang dialog yang dekat dengan masyarakat, tanpa menjadikan rekonsiliasi sebatas agenda formal atau pertemuan antarpemimpin.
Hubungan Warga Jadi Gambaran Kedekatan Dua Negara
Ramos-Horta juga menggambarkan hubungan Indonesia dan Timor-Leste saat ini sebagai hubungan yang harmonis dan aman. Ia menyoroti mobilitas masyarakat, pendidikan, dan kegiatan ekonomi lintas batas sebagai contoh hubungan yang berjalan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang disampaikannya ialah keberadaan lebih dari 10.000 pelajar Timor-Leste yang menempuh pendidikan di Indonesia. Ia menyebut aktivitas tersebut sebagai salah satu gambaran hubungan antarmasyarakat yang terus berlangsung.
Interaksi ekonomi juga terlihat dari kebiasaan warga Timor-Leste yang berkunjung ke Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, untuk berbelanja, terutama pada akhir pekan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














