Ramos Horta Minta Indonesia–Timor Leste Fokus pada Realisasi Kerja Sama, Bukan Sekadar MoU

Avatar photo
ramos horta

ID, Dili— Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta meminta pemerintah Timor-Leste dan Indonesia mengalihkan perhatian dari seremoni diplomatik menuju pelaksanaan nyata berbagai kesepakatan bilateral. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri hari kedua Festival Fronteira 2026, Sabtu (24/10/2026), di Com, wilayah Lautém, Timor-Leste.

Dalam kesempatan itu, Ramos-Horta menyoroti kesenjangan antara banyaknya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah ditandatangani dan realisasi kerja sama di lapangan. Menurutnya, kedua negara perlu memaksimalkan kesepakatan yang sudah tersedia sebelum menyusun perjanjian baru.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia juga menyapa 20 delegasi Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT) yang hadir dalam rangkaian festival. Kehadiran delegasi tersebut menjadi bagian dari pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan hubungan Indonesia–Timor-Leste.

Rekonsiliasi Tak Cukup Berhenti pada Dialog

Ramos-Horta menegaskan bahwa pembicaraan mengenai rekonsiliasi kedua negara bukanlah hal baru. Ia mengingat kembali proses dialog yang telah berlangsung sejak 1999 bersama sejumlah pemimpin Indonesia, mulai dari Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan