ID, JAKARTA — Anggaran Pertahanan 2027 disiapkan pemerintah mencapai Rp329,47 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), infrastruktur pertahanan, industri pertahanan nasional hingga kemampuan menghadapi ancaman di ruang siber.
Besaran tersebut naik sekitar Rp30,4 triliun atau 10,1% dibandingkan outlook anggaran pertahanan 2026 yang berada di level Rp299,1 triliun.
Jika dibandingkan dengan total belanja negara dalam RAPBN 2027 sebesar Rp4.097,19 triliun, anggaran fungsi pertahanan mengambil porsi sekitar 8,04%.
Meski meningkat dibandingkan perkiraan 2026, anggaran tersebut masih berada di bawah realisasi belanja pertahanan pada 2025.
Pada 2025, pemerintah tercatat merealisasikan belanja pertahanan sebesar Rp348,58 triliun. Dengan demikian, anggaran 2027 lebih rendah sekitar Rp19,1 triliun atau 5,5% dari realisasi tersebut.
Bukan Sekadar Beli Alutsista
Besarnya anggaran pertahanan tidak hanya dialokasikan untuk membeli persenjataan baru.
Fungsi pertahanan mencakup berbagai kebijakan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menghadapi ancaman terhadap keselamatan bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














