ID, BINTAN — Di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau, pembangunan desa berlangsung dalam bentang geografis yang tidak sederhana. Jarak antarpulau, keterbatasan konektivitas, dan beragam kondisi sosial masyarakat membuat pengawasan terhadap program pemerintah membutuhkan lebih dari sekadar mekanisme administratif.
Dalam konteks itu, media dipandang memiliki ruang strategis untuk memperkuat arus informasi dari desa sekaligus menjadi bagian dari mekanisme pengawasan publik.
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, mengapresiasi pembentukan dan pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau.
Apresiasi tersebut disampaikan Reda di sela pelantikan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri di Agro Beach Resort, Kabupaten Bintan, Rabu (26/8/2026).
Menurut Reda, karakteristik Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan sekaligus pengawasan program pemerintah yang menyentuh masyarakat desa.
Kondisi geografis tersebut membuat kebutuhan terhadap informasi lapangan menjadi semakin penting. Informasi yang berasal langsung dari desa, kata Reda, dapat membantu pihak-pihak terkait memahami persoalan, hambatan, maupun perkembangan program secara lebih faktual.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













