Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik Target 300 BUMN: Antara Ambisi Konsolidasi dan Ancaman Risiko Sistemik

Avatar photo
bumn
Foto : danantaraindonesia.co.id

“Fokusnya bukan semata mengejar laba, tetapi mengecilkan beban anggaran,” ujarnya.

Ibrahim menilai konsolidasi dapat ditempuh melalui pembentukan holding atau akuisisi antarperusahaan dengan lini bisnis serupa. Namun, ia menggarisbawahi bahwa proses tersebut membutuhkan waktu realistis antara tiga hingga lima tahun. Mengurangi sekitar 700 entitas dalam satu tahun, katanya, hampir mustahil tanpa menimbulkan gangguan struktural.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia juga mengingatkan bahwa dampak terhadap karyawan menjadi variabel krusial. Tanpa manajemen perubahan yang hati-hati, potensi PHK bisa memicu protes luas.

Di sisi lain, struktur yang lebih ramping diyakini dapat mempermudah pengawasan dan menekan pemborosan. Pengelolaan 300 entitas, secara administratif, lebih terkendali dibandingkan lebih dari seribu perusahaan dengan karakter dan risiko berbeda-beda.

Pada akhirnya, perdebatan tentang perampingan BUMN bergerak melampaui angka. Ia menyentuh persoalan rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, serta integritas tata kelola. Tanpa pembenahan mendasar pada aspek manajerial dan akuntabilitas, konsolidasi berisiko menjadi sekadar perubahan struktur di atas kertas—rapi secara administratif, tetapi belum tentu sehat secara fundamental.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan