Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lakukan Diskusi Kajian Perbaikan Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat, Bappenas Soroti Ketimpangan Layanan Air Bersih di NTT

Avatar photo
bappenas

“Kami tidak ingin kajian ini berhenti di atas kertas. Harapannya akan ada tindak lanjut berupa kegiatan nyata yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah,” kata Mahatmi.

Kajian ini juga menjadi embrio bagi penelitian lanjutan yang lebih luas. Sejumlah masukan diharapkan dari para pemangku kepentingan, khususnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM), terkait kondisi tata kelola air di masing-masing daerah, mekanisme akuntabilitas, serta skema pembiayaan yang diterapkan dalam pengembangan jaringan dan perluasan akses air bersih.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bagi Perumda AM, kajian ini dinilai memberikan manfaat strategis, baik dari sisi administrasi maupun teknis. Dari aspek tata kelola, dapat memperoleh gambaran utuh mengenai sistem pelayanan air yang sedang berjalan. Sementara dari sisi teknis, kajian ini mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia, baik dalam aspek operasional maupun administrasi.

Isu kualitas air juga menjadi perhatian utama dari Perumda AM Kabupaten Kupang. Data kualitas sumber air dan hasil uji laboratorium turut dilibatkan dalam kajian. Pada 2025, pengujian kualitas air dilakukan setiap tiga bulan, sementara pada 2026 ditingkatkan menjadi pemeriksaan rutin setiap bulan. Langkah ini sekaligus dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting, dan peningkatan kesehatan masyarakat, hal ini sejalan dengan arahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang setempat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan