Meski tantangan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama, upaya peningkatan layanan air tetap diharapkan berjalan. Dirut Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony B Sulaiman misalnya, dalam sela-sela kegiatan diskusi kajian tersebut menegaskan komitmennya, untuk tetap bergerak dengan sumber daya yang tersedia, sembari menunjukkan kinerja dan capaian sebagai dasar membangun kemitraan dan membuka peluang dukungan anggaran di masa mendatang.
“Prinsipnya kami mulai dari apa yang ada. Ketika kinerja dan progres sudah terlihat, maka peluang kolaborasi dan intervensi anggaran akan lebih terbuka,” demikian komitmen yang disampaikan.
Secara keseluruhan, peningkatan pelayanan air bersih di NTT dipandang tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan air yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Proses ini tentu bertahap, tetapi harus terus bergerak ke arah perbaikan,” tutup Jony. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















