Bagi petani, situasi ini bukan sekadar persoalan kerusakan infrastruktur. Jika air terus berkurang tanpa penanganan, produksi pertanian berisiko terganggu, dengan konsekuensi langsung terhadap pendapatan keluarga yang menggantungkan hidup pada hasil kebun.
Air Embung untuk Empat RT
Ketergantungan warga terhadap Embung Oetalu tidak terbatas pada kegiatan pertanian. Air dari fasilitas tersebut juga dimanfaatkan masyarakat di empat wilayah rukun tetangga, yakni RT 017, RT 018, RT 019, dan RT 020.
Selain untuk menyiram tanaman dan pekarangan, air embung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tertentu, mencuci pakaian, serta memberi minum ternak. Keterbatasan akses air bersih juga disebut menyulitkan sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak-anak sebelum berangkat ke sekolah.
Dengan fungsi yang mencakup pertanian dan kebutuhan harian, penurunan debit air berpotensi memperluas dampak kerusakan terhadap kehidupan masyarakat. Warga bukan hanya menghadapi ketidakpastian hasil panen, tetapi juga kesulitan memperoleh air untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Masyarakat mengaku sebelumnya telah menerima kunjungan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, khususnya bidang pengairan. Petugas disebut telah melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi, tetapi warga belum melihat tindak lanjut berupa pekerjaan perbaikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














