ID, Kabupaten Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kupang memulai penanaman padi perdana di area percetakan sawah baru seluas sekitar 300 hektare di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Senin (16/02). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Tanam Padi Serentak se-NTT dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kupang Yosef Lede, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah.
Sinkronisasi Program Nasional dan Daerah
Gubernur NTT menjelaskan bahwa gerakan tanam serentak ini merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo, yang diselaraskan dengan Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT serta program swasembada pangan kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Menurutnya, target swasembada yang selama ini dicanangkan mulai menunjukkan hasil konkret. Kabupaten Kupang, kata dia, telah mencapai swasembada padi pada 2025 dan menargetkan produksi gabah kering sebesar 100.000 ton pada 2026. Angka itu diproyeksikan menyumbang sekitar sepersepuluh dari total produksi gabah kering NTT.
Gubernur juga menyoroti bahwa peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu instrumen penting untuk mengatasi persoalan mendasar di NTT seperti kemiskinan ekstrem dan stunting. Ia menilai sektor pertanian memiliki efek pengganda terhadap perekonomian daerah.
Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang serta berbagai pihak yang terlibat, termasuk Universitas Nusa Cendana (Undana), TNI, dan Polri, yang dinilai berkontribusi dalam peningkatan produksi pertanian. Ia juga mengajak seluruh desa di NTT untuk mendorong capaian swasembada pangan di wilayah masing-masing.
Lonjakan Produksi Empat Kali Lipat
Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Kupang sebagai lokasi kegiatan strategis tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian secara kolaboratif.
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pertanian Kabupaten Kupang telah diselaraskan dengan kebijakan nasional dan provinsi, dengan tujuan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Kupang, menurutnya, memiliki potensi lahan pertanian yang luas, meskipun belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Namun dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan produksi gabah kering, dari 21.000 ton pada 2024 menjadi 87.000 ton pada 2025—naik sekitar empat kali lipat.
Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan produksi lebih dari 100.000 ton gabah kering. Target tersebut tidak hanya untuk memperkuat swasembada daerah, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Bupati juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi dan pusat guna mengatasi berbagai keterbatasan infrastruktur dan sarana produksi pertanian yang masih dihadapi.
Dukungan Multi-Pihak
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, anggota DPRD, pejabat swasembada pangan provinsi dan kabupaten/kota, Kepala BBRMP NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Rektor Undana Kupang, kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten, pimpinan OPD, Camat Kupang Timur, serta Kepala Desa Manusak. Bupati Rote Ndao dan Bupati Sabu Raijua mengikuti kegiatan secara daring.
Dengan dimulainya penanaman perdana di lahan baru tersebut, pemerintah berharap produksi pertanian di NTT terus meningkat dan menjadi fondasi penguatan ekonomi sekaligus ketahanan pangan daerah.
(Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
