“Kami ingin taman ini tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi menjadi ruang hidup bagi masyarakat. Tempat orang bertemu, berusaha, berkarya, sekaligus menikmati suasana Kota Kupang,” ujarnya.
Christian mengungkapkan, ketika dirinya bersama Wakil Wali Kota mulai memimpin Kota Kupang pada awal 2025, ruang fiskal pemerintah relatif terbatas karena struktur APBD telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi tersebut justru mendorong pemerintah mencari pendekatan alternatif melalui kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas, serta berbagai mitra pembangunan.
Langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah, termasuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru bagi kepala daerah, menjadi salah satu sumber ruang anggaran untuk mendukung berbagai inovasi pelayanan publik.
Kolaborasi bersama sejumlah mitra, di antaranya Bank Mandiri, PT Taspen (Persero), serta berbagai sponsor lainnya, akhirnya melahirkan Saboak sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis partisipasi publik.
Hasilnya mulai terlihat. Selama satu tahun penyelenggaraan, aktivitas ekonomi di kawasan Saboak telah menghasilkan perputaran transaksi sekitar Rp6,3 miliar, dengan nilai transaksi rata-rata mencapai Rp80 juta setiap akhir pekan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














