Satu Tahun Saboak, Pemkot Kupang Buktikan Kolaborasi Mampu Gerakkan Ekonomi Rakyat

Avatar photo
SABOAK

ID, KOTA KUPANG – Satu tahun sejak diluncurkan, program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) berkembang menjadi lebih dari sekadar pasar akhir pekan. Inisiatif Pemerintah Kota Kupang tersebut kini menjelma sebagai ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memadukan aktivitas usaha mikro, ruang interaksi sosial, kreativitas komunitas, hingga penguatan identitas ruang publik di kawasan Taman Nostalgia.

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Saboak yang diperingati di Taman Nostalgia, Minggu (21/6), menjadi refleksi atas capaian program yang lahir dari semangat inovasi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Perayaan tersebut dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Daerah Jeffry E. Pelt, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, mitra perbankan, perangkat daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa keberhasilan Saboak merupakan bukti nyata bahwa pembangunan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, melainkan oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, lahirnya Saboak berawal dari gagasan sederhana untuk menghidupkan kembali fungsi Taman Nostalgia sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ingin taman ini tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi menjadi ruang hidup bagi masyarakat. Tempat orang bertemu, berusaha, berkarya, sekaligus menikmati suasana Kota Kupang,” ujarnya.

Christian mengungkapkan, ketika dirinya bersama Wakil Wali Kota mulai memimpin Kota Kupang pada awal 2025, ruang fiskal pemerintah relatif terbatas karena struktur APBD telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi tersebut justru mendorong pemerintah mencari pendekatan alternatif melalui kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas, serta berbagai mitra pembangunan.

Langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah, termasuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru bagi kepala daerah, menjadi salah satu sumber ruang anggaran untuk mendukung berbagai inovasi pelayanan publik.

Kolaborasi bersama sejumlah mitra, di antaranya Bank Mandiri, PT Taspen (Persero), serta berbagai sponsor lainnya, akhirnya melahirkan Saboak sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis partisipasi publik.

Hasilnya mulai terlihat. Selama satu tahun penyelenggaraan, aktivitas ekonomi di kawasan Saboak telah menghasilkan perputaran transaksi sekitar Rp6,3 miliar, dengan nilai transaksi rata-rata mencapai Rp80 juta setiap akhir pekan.

Wali Kota menegaskan seluruh nilai ekonomi tersebut sepenuhnya dinikmati pelaku usaha karena Pemerintah Kota Kupang tidak menarik retribusi atas lapak-lapak yang digunakan masyarakat.

“Program ini memang dirancang agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat. Pemerintah hadir sebagai fasilitator yang menciptakan ruang tumbuh bagi UMKM,” katanya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Kupang kini tengah mengkaji pengembangan Saboak melalui penambahan hari operasional menjadi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Selain memperluas kesempatan usaha bagi UMKM, pemerintah juga menyiapkan peningkatan infrastruktur pendukung berupa penambahan area berjualan, pembangunan pos Satpol PP, penguatan sistem keamanan, peningkatan kualitas penerangan kawasan, hingga penyediaan fasilitas publik yang lebih representatif.

Christian berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah tersedia agar keberlanjutan program dapat terus terpelihara.

“Keberhasilan Saboak bukan milik pemerintah semata, tetapi menjadi keberhasilan seluruh warga Kota Kupang. Karena itu rasa memiliki harus terus dibangun,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan daya saing pelaku usaha juga menjadi perhatian pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak para pelaku UMKM mulai memberikan perhatian terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), terutama pendaftaran merek dagang bagi produk-produk lokal yang memiliki nilai inovasi.

Menurutnya, legalitas merek merupakan instrumen penting dalam meningkatkan daya saing usaha sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap identitas produk yang dikembangkan masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menilai perjalanan satu tahun Saboak menunjukkan bahwa kolaborasi mampu melahirkan solusi pembangunan yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat.

Ia mengakui pelaksanaan Saboak sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika musim hujan memengaruhi aktivitas perdagangan para pelaku UMKM. Namun berbagai kendala tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang juga menyiapkan pengembangan layanan berbasis digital guna membantu pelaku UMKM memperluas akses pemasaran tanpa bergantung sepenuhnya pada transaksi tatap muka.

“Kami ingin Saboak terus berkembang, tidak hanya sebagai pasar mingguan, tetapi menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Serena.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang menjadikan Saboak sebagai media pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran pelaku UMKM terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, khususnya melalui pendaftaran merek dagang.

Menurutnya, kepemilikan merek yang telah terdaftar memberikan kepastian hukum, memperkuat identitas usaha, meningkatkan nilai komersial produk, sekaligus melindungi pelaku usaha dari potensi penyalahgunaan merek oleh pihak lain.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum juga berencana membentuk Sentra Kekayaan Intelektual di daerah sehingga proses pendaftaran HKI dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan efisien.

Memasuki tahun keduanya, Saboak tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda rutin akhir pekan, melainkan telah berkembang menjadi model kolaborasi pembangunan yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, revitalisasi ruang publik, penguatan UMKM, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Kupang. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi upaya pemerintah daerah dalam membangun ekonomi lokal yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan