ID, JAKARTA – Proyek pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mulai memasuki tahap awal. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menyiapkan pendanaan awal sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan proyek tersebut.
Program perumahan ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintahan Prabowo Subianto dalam merealisasikan target pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat.
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proyek tersebut akan membangun hunian vertikal sebanyak sekitar 140 ribu unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Tahap awal pembangunan direncanakan berupa 18 menara apartemen setinggi 32 lantai yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 12,8 hektare.
“Perkiraan kebutuhan investasi untuk tahap awal berkisar antara Rp14 triliun hingga Rp16 triliun,” ujar Rosan saat meninjau lokasi proyek di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Proyek ini dibangun di atas lahan yang dihibahkan oleh Lippo Group di kawasan Meikarta. Dalam pelaksanaannya, Danantara akan melibatkan sejumlah perusahaan milik negara, termasuk BUMN di sektor konstruksi serta lembaga perbankan.
Menurut Rosan, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian terjangkau sekaligus menjawab kebutuhan rumah bagi masyarakat yang terus meningkat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














