ID, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN Danantara Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas jumlah perusahaan milik negara yang tercatat di pasar modal. Sejumlah badan usaha dengan fundamental bisnis yang dinilai kuat diproyeksikan akan melaksanakan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa waktu mendatang.
Rencana tersebut diungkapkan Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Menurutnya, masih banyak perusahaan pelat merah yang memiliki prospek pertumbuhan dan kapitalisasi pasar yang memadai untuk ditransformasikan menjadi perusahaan terbuka.
Di antara perusahaan yang disebut memiliki peluang besar untuk melantai di bursa ialah PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), serta PT Angkasa Pura. Dony menilai, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki daya tarik investasi yang kuat sehingga berpotensi memberikan nilai tambah bagi pengembangan pasar modal nasional.
“Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus nggak akan segera IPO contohnya ada masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia dan banyak ya ada Pelindo, ada Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” ujar Dony kepada wartawan usai menghadiri kegiatan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).
Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa kebijakan mendorong lebih banyak BUMN menjadi perusahaan publik tidak semata-mata bertujuan memperluas akses pendanaan korporasi. Langkah tersebut juga dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional.
Menurutnya, peningkatan jumlah emiten dari kalangan BUMN di Bursa Efek Indonesia diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap aktivitas investasi, memperluas partisipasi investor, serta menjadi salah satu katalis dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Bahan pertumbuhan juga kan untuk pertumbuhan ekonomi nanti IPO akan banyak supaya di dalam capital market,” kata Dony.
Wacana penambahan emiten dari sektor BUMN menjadi sinyal bahwa pemerintah terus mengoptimalkan transformasi tata kelola perusahaan negara melalui mekanisme pasar. Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas korporasi, langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing BUMN sekaligus memperluas alternatif investasi bagi pelaku pasar di Indonesia.
Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














