Kendati demikian, proses demutualisasi hingga saat ini masih berada dalam tahap pembahasan antara pemerintah dan legislatif. OJK menyebut diskusi teknis terkait skema implementasi masih terus dilakukan bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan DPR RI, sehingga detail mekanisme perubahan status tersebut belum dapat dipublikasikan secara menyeluruh.
Dalam perkembangan lain, Danantara Indonesia disebut berpotensi menjadi salah satu pemegang saham BEI apabila proses demutualisasi terealisasi. Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya terbuka terhadap peluang keterlibatan tersebut.
Rosan menjelaskan bahwa mekanisme partisipasi Danantara, baik melalui penawaran umum perdana saham (IPO) maupun skema lainnya, masih akan dikaji lebih lanjut sesuai struktur terbaik yang ditetapkan regulator dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Danantara siap mengikuti setiap tahapan kebijakan yang tengah diproses.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterlibatan Danantara tidak harus dilakukan melalui perusahaan sekuritas tertentu, melainkan dapat dilakukan secara langsung apabila regulasi memungkinkan. Meski demikian, pihaknya masih menunggu kejelasan tahapan implementasi sebelum mengambil langkah strategis lebih lanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














