IHSG Kembali Terkoreksi, Tren Melemah Masih Berlanjut

Avatar photo
ihsg

ID, Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Pelemahan ini terjadi setelah pergerakan indeks sepanjang hari berlangsung cukup fluktuatif.

Pada sesi perdagangan, sebanyak 483 saham mengalami penurunan, sementara hanya 208 saham yang menguat dan 126 saham bergerak stagnan. Volume transaksi tercatat mencapai 41,13 miliar lembar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp22,36 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,47 juta kali.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya, IHSG sempat bergerak positif dan naik sekitar 1 persen ke level 6.430 setelah pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung DPR. Namun, kondisi berbalik setelah pasar merespons kebijakan pemerintah terkait rencana ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti batu bara dan kelapa sawit.

Tekanan jual paling besar terjadi pada saham-saham sektor infrastruktur dan barang baku. Sementara sektor teknologi dan finansial masih mampu mencatat penguatan terbatas. Saham emiten tambang, khususnya batu bara, menjadi yang paling banyak terkoreksi karena investor khawatir terhadap dampak kebijakan baru pemerintah.

Meski mayoritas saham batu bara melemah, saham PTBA justru bergerak naik lebih dari 6 persen hingga penutupan perdagangan.

Beberapa saham yang paling membebani pergerakan IHSG antara lain BREN, TPIA, BRPT, DCII, AMMN, dan BUMI.

Selain sentimen kebijakan pemerintah, pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan pada hari yang sama. Keputusan suku bunga BI menjadi perhatian utama investor di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kondisi pasar keuangan domestik yang masih bergejolak.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan