ID, Idealis – Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik rawan setelah militer AS menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (Drone) milik Iran di perairan Laut Arab, sebuah insiden yang mempertegas meningkatnya risiko konfrontasi terbuka di kawasan Timur Tengah yang strategis.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa drone tersebut mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln dengan pola manuver yang dinilai berbahaya, memaksa pasukan AS mengambil tindakan defensif di wilayah perairan internasional.
Menurut juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, pesawat tanpa awak itu tetap melaju ke arah kapal induk meskipun prosedur de-eskalasi telah dijalankan. “Drone tersebut bergerak secara agresif menuju kapal induk dengan niat yang tidak jelas dan mengabaikan upaya pencegahan yang dilakukan pasukan AS,” kata Hawkins kepada Newsweek, Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Militer AS mengidentifikasi wahana udara itu sebagai Shahed-139, salah satu jenis drone yang dikembangkan Iran dan telah digunakan secara luas dalam konflik regional, termasuk di Ukraina. Drone tersebut akhirnya dihancurkan oleh jet tempur F-35C yang lepas landas langsung dari dek USS Abraham Lincoln, yang saat kejadian berada sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran. CENTCOM memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada aset militer AS.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














