Menurut pemerintah UEA, tindakan itu tidak sekadar merupakan gangguan terhadap pelayaran komersial, tetapi telah berkembang menjadi persoalan keamanan yang memiliki implikasi lebih luas terhadap stabilitas kawasan.
UEA menyebut IRGC melakukan “aksi pembajakan” dengan menjadikan kapal-kapal komersial sebagai sasaran dan memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan ekonomi maupun pemerasan.
“Tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan keamanan energi global,” ujar Kementerian Luar Negeri UEA.
Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum tersedia informasi terperinci mengenai identitas kedua kapal, jenis muatan yang dibawa, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan.
Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Iran maupun IRGC belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan yang disampaikan UEA.
Selat Hormuz Jadi Titik Rawan Perdagangan Energi
Perkembangan ini menjadi semakin signifikan karena Selat Hormuz merupakan salah satu simpul utama dalam jaringan distribusi energi internasional.
Sebelum konflik terbaru pecah, jalur laut sempit yang terletak di antara Iran dan Oman tersebut menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














