Menurut Peskov, persoalan keamanan kawasan seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan melalui demonstrasi kekuatan militer yang dapat memperbesar ketidakpercayaan antarpihak.
“Eropa telah menjadi terobsesi dengan rencana untuk memiliterisasi Uni Eropa. Ini buruk karena mereka membangun identitas pertahanan dan keamanan mereka pada konfrontasi dengan Federasi Rusia. Ini adalah jalan buntu. Seperti yang ditunjukkan sejarah, ini tidak mengarah pada sesuatu yang baik,” paparnya.
Peskov juga menegaskan bahwa Rusia meningkatkan kewaspadaan di tengah perkembangan kebijakan pertahanan Eropa.
“Di tengah latar belakang tindakan agresif dan rencana semacam itu, Rusia bersiaga,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan perbedaan perspektif yang mendasar. Prancis memandang modernisasi kemampuan nuklir sebagai instrumen pencegahan, sedangkan Moskow menganggap penguatan militer Eropa yang diarahkan untuk menghadapi Rusia sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko keamanan.
Prancis Modernisasi Persenjataan Nuklir
Prancis merupakan satu-satunya anggota Uni Eropa yang memiliki persenjataan nuklir independen. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari strategi pertahanan nasional Paris, terutama untuk mempertahankan daya tangkal terhadap ancaman strategis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














