Pemerintahan Macron berencana meningkatkan investasi pada pencegahan nuklir dan memperkuat anggaran pertahanan hingga 2030. Dalam laporan sumber, Prancis disebut mengalokasikan sekitar US$8,3 miliar atau setara Rp147,74 triliun untuk kebutuhan pencegahan nuklir pada 2026.
Salah satu arah kebijakan yang menjadi perhatian adalah konsep forward deterrence atau pencegahan maju. Skema ini membuka kemungkinan keterlibatan negara-negara Eropa dalam kerja sama strategis dengan Prancis, termasuk melalui konsultasi dan latihan pertahanan bersama.
Sejumlah negara yang disebut berpotensi terlibat antara lain Belgia, Denmark, Finlandia, Jerman, Yunani, Belanda, Norwegia, Polandia, Swedia, dan Inggris.
Meski demikian, kemungkinan kerja sama tersebut tidak dengan sendirinya berarti senjata nuklir Prancis akan ditempatkan di seluruh negara yang disebutkan. Bentuk dan pelaksanaan setiap pengaturan bergantung pada keputusan politik serta kesepakatan pertahanan yang berlaku.
Isu Penempatan Senjata Nuklir Kembali Mengemuka
Persoalan penempatan senjata nuklir di Eropa turut memperkeruh perdebatan keamanan regional. Lithuania menjadi salah satu negara yang disebut dalam diskusi mengenai kemungkinan pengerahan persenjataan nuklir, menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman Rusia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














