Raja Malaysia Perintahkan Pengawasan Bandara Diperketat Usai Pilot Diduga Selundupkan Puluhan Ribu Pil Ekstasi dari Indonesia

Avatar photo
malaysia

Seruan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap sistem keamanan penerbangan Malaysia menyusul kasus yang melibatkan Mohd Saufi. Pilot tersebut ditangkap di Indonesia setelah diduga membawa sekitar 70.000 pil ekstasi atau sekitar 26 kilogram narkotika.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka juga menunjukkan adanya kandungan metamfetamin, MDMA, dan kokain dalam sampel urinenya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kasus tersebut kemudian memicu respons cepat dari kabinet pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Sejumlah kebijakan darurat disiapkan untuk memperkuat keamanan sektor penerbangan, salah satunya dengan menempatkan personel kepolisian bersama aparat keamanan penerbangan di sejumlah bandara.

Seluruh Pilot Malaysia Airlines Jalani Tes Narkoba

Langkah pengawasan tidak hanya diarahkan kepada sistem keamanan bandara. Malaysia Aviation Group (MAG) memberlakukan pemeriksaan narkoba secara wajib terhadap seluruh pilot Malaysia Airlines.

Sebanyak 1.260 pilot dijadwalkan menjalani tes tersebut, dengan keseluruhan proses ditargetkan selesai pada 15 Agustus.

Kebijakan itu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan industri penerbangan Malaysia, terutama setelah munculnya dugaan keterlibatan seorang pilot dalam jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan