Seruan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap sistem keamanan penerbangan Malaysia menyusul kasus yang melibatkan Mohd Saufi. Pilot tersebut ditangkap di Indonesia setelah diduga membawa sekitar 70.000 pil ekstasi atau sekitar 26 kilogram narkotika.
Hasil pemeriksaan terhadap tersangka juga menunjukkan adanya kandungan metamfetamin, MDMA, dan kokain dalam sampel urinenya.
Kasus tersebut kemudian memicu respons cepat dari kabinet pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Sejumlah kebijakan darurat disiapkan untuk memperkuat keamanan sektor penerbangan, salah satunya dengan menempatkan personel kepolisian bersama aparat keamanan penerbangan di sejumlah bandara.
Seluruh Pilot Malaysia Airlines Jalani Tes Narkoba
Langkah pengawasan tidak hanya diarahkan kepada sistem keamanan bandara. Malaysia Aviation Group (MAG) memberlakukan pemeriksaan narkoba secara wajib terhadap seluruh pilot Malaysia Airlines.
Sebanyak 1.260 pilot dijadwalkan menjalani tes tersebut, dengan keseluruhan proses ditargetkan selesai pada 15 Agustus.
Kebijakan itu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan industri penerbangan Malaysia, terutama setelah munculnya dugaan keterlibatan seorang pilot dalam jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














