“Ini proyek yang sangat baik dan kebutuhan pasar terhadap hunian seperti ini sangat besar,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Danantara akan memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihak Lippo Group telah menghibahkan lahan seluas lebih dari 30 hektare untuk mendukung program pembangunan hunian tersebut.
Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi contoh kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengatasi backlog perumahan di Indonesia.
“Lahan 30 hektare ini luar biasa. Dengan perhitungan tim Danantara, bisa menghasilkan sekitar 140 ribu unit hunian,” ujarnya.
Maruarar menjelaskan bahwa jika pembangunan dilakukan dalam bentuk rumah tapak, jumlah unit yang sama akan membutuhkan lahan sekitar 1.200 hektare.
Nilai lahan hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun, dengan asumsi harga tanah berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.
Untuk mempermudah akses masyarakat terhadap hunian tersebut, pemerintah juga merancang skema pembiayaan melalui kombinasi subsidi APBN dan dukungan perbankan, baik dari bank Himbara maupun bank swasta.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














