Surat tersebut, yang ditulis dalam bahasa daerah Ngada, berisi permintaan agar sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak larut dalam kesedihan. Pada bagian akhir surat terdapat gambar menyerupai ekspresi wajah menangis.
Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami tekanan setelah permintaannya untuk membeli perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan pena tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Polisi juga mencatat bahwa kondisi sosial-ekonomi keluarga korban tergolong sangat terbatas.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan dasar, perlindungan anak, serta kesehatan mental masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














