Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan TASPEN untuk Korban Gempa Flores, Gekrafs Kerahkan Tim Medis

Avatar photo
taspen

ID, Kupang – Pemerintah Kota Kupang mengambil peran sebagai penghubung dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Bantuan tersebut berasal dari PT TASPEN (Persero) bersama sejumlah unsur pendukung dan difasilitasi Pemkot Kupang untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (18/8/2026). Kolaborasi tersebut melibatkan TASPEN Group, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTT, serta Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua DPW Gekrafs NTT Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Komisaris Utama PT TASPEN Fary Djemy Francis, Direktur Investasi TASPEN Rifki Isnaini Hassan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, S.H., Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Kupang Ebed Hobab Benhanan Jusuf, S.Pt., serta perwakilan IKADA Kupang Isidorus Lilidjawa, S.Fil., M.M.

Rp155 Juta untuk Kebutuhan Pengungsi

Total dukungan yang disalurkan TASPEN Group mencapai Rp155 juta. Dari jumlah tersebut, Rp135 juta diarahkan untuk kebutuhan logistik dan penunjang pengungsian, sementara Rp20 juta disalurkan melalui Gekrafs NTT untuk mendukung keberangkatan tenaga kesehatan beserta obat-obatan ke wilayah terdampak.

Bantuan logistik tersebut mencakup 400 paket sembako senilai Rp60 juta, tujuh unit genset senilai Rp70 juta, serta 25 unit terpal senilai Rp25 juta. Selain itu, terdapat dukungan obat-obatan untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Komposisi bantuan tersebut menunjukkan bahwa intervensi kemanusiaan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mencakup aspek infrastruktur dasar dan pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan krusial dalam situasi pascabencana.

Serena mengapresiasi langkah TASPEN Group beserta entitas anaknya, termasuk Bank Mandiri Taspen, TASPEN Life, dan TASPEN Pro, yang turut memberikan dukungan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian TASPEN. Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” ujar Serena.

Menurutnya, Pemkot Kupang akan terus memainkan fungsi fasilitasi dan koordinasi agar bantuan dari berbagai pihak dapat disalurkan secara efektif serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Gekrafs Kerahkan Enam Dokter

Selain bantuan logistik, Gekrafs NTT turut mengambil bagian melalui dukungan sektor kesehatan. Serena mengatakan, pihaknya telah menyiapkan enam dokter beserta pasokan obat-obatan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat terdampak.

“Dari jalur Gekrafs NTT, kami juga menerjunkan tim kesehatan yang terdiri dari enam dokter beserta pasokan obat-obatan guna mendukung pemulihan kesehatan warga di lokasi bencana,” katanya.

Langkah tersebut memperluas cakupan respons kemanusiaan, dari sekadar distribusi barang kebutuhan dasar menuju dukungan pemulihan masyarakat. Dalam kondisi pascabencana, kesinambungan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah munculnya persoalan lanjutan di tengah populasi pengungsi.

Penyerahan Dialihkan ke Kupang

Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa manajemen perusahaan sebelumnya merencanakan penyerahan bantuan secara langsung ke Bajawa dan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Namun, rencana tersebut mengalami penyesuaian akibat gangguan penerbangan yang dipengaruhi situasi gempa susulan. Sebagai alternatif, bantuan kemudian diserahkan secara simbolis di Kupang melalui IKADA dan Gekrafs NTT.

Pada saat yang sama, tim TASPEN dari Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu melakukan penanganan lapangan di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

“TASPEN Group turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat TASPEN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian,” kata Fary.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Direktur Investasi TASPEN secara pribadi memberikan tambahan donasi sebesar Rp15 juta untuk membantu penanganan warga terdampak di Desa Wolowae.

Perhatian untuk Peserta TASPEN

Respons TASPEN terhadap bencana tersebut tidak berhenti pada bantuan kemanusiaan. Fary menyatakan perusahaan juga memberikan perhatian terhadap kondisi 90.110 peserta aktif dan pensiunan TASPEN yang berada di kawasan terdampak bencana di NTT.

Perhatian tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab kelembagaan TASPEN untuk memastikan peserta tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan di tengah situasi darurat.

Bagi Pemkot Kupang, keterlibatan berbagai institusi dalam respons bencana menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, badan usaha, organisasi masyarakat, komunitas, hingga kelompok kekerabatan memiliki posisi strategis dalam mempercepat mobilisasi sumber daya ketika terjadi bencana.

Penyerahan bantuan kemudian dilakukan secara simbolis oleh Direktur Investasi TASPEN Rifki Isnaini Hassan kepada perwakilan IKADA dan pengurus Gekrafs NTT dengan disaksikan Wakil Wali Kota Kupang.

Kolaborasi tersebut diharapkan memastikan bantuan tidak berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi benar-benar bergerak dari pusat koordinasi menuju masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di Flores. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan